Kamis, 24 Maret 2016

Cerpen Musuh Jadi Sahabat

MUSUH JADI SAHABAT
Cerpen Karya Fahmi Ahmadi

Di sebuah sekolah MtsN Media pasid. Ada dua orang siswa yang duduk di kelas IX yang bernama lengkap Putri Khumayrah yang lebih akrab dipanggil Ayrah dan Vriestika Azzahra yang lebih akrab dipanggil Rere. Mereka merupakan sahabat yang sejak kecil selalu bersama. Rere merupakan seorang anak tunggal yang berasal dari keluarga mapan dan tajir. Semua kebutuhan dan keinginannya selalu terpenuhi. Sedangkan Ayrah adalah seorang anak pedagang es cendol di tepi jalan raya, di samping sekolah mereka. Namun, walaupun mereka berbeda derajat orang tuanya, mereka tetap bersama tanpa mempedulikan apa kata orang.

Sesungguhnya, Rere merupakan anak yang pintar, baik hati, dan tidak milih-milih teman. Begitupun dengan Ayrah. Sebenarnya, disaat Ayrah beranjak umur 15 tahun, Ayrah mulai berpikir bahwa dirinya itu minder dekat-dekat ataupun bersahabat dengan Rere, namun sebelumnya Rere mengatakan kepada Ayrah bahwa mereka harusnya jangan berpikiran tentang derajat jika bersahabat. Akhirnya, dengan kata-kata Rere pun, sampai sekarang Ayrah tidak minder lagi.


Ternyata, dibalik semua itu ada seorang teman mereka yang bernama Karina yang membenci Ayrah dengan sebab kalau Ayrah itu tidak pantas berteman dengan Rere, dan seharusnya Ayrah itu tahu diri.
Disaat Ayrah dan Rere curhat berdua di taman, di balik tiang kelas ternyata Karina sudah memberitahukan teman-temannya untuk mengerjai Ayrah dengan cara menumpahkan jus jeruknya diseragam Ayrah. Disaat kejadian itu terjadi, Karinapun berkata “Oups, sorry. Aku nggak sengaja, dimaafin yah?”. Ayrah pun menjawabnya dengan suara lembut “Oh, nggak apa-apa ko’. Namanya juga kan nggak sengaja.” Dengan cepatnya Rere ikut membersihkan seragam sekolah Ayrah dan berkata kepada Karina “Eh, Karina. Apa-apaan sih kamu, aku tahu koo’ kalau kamu itu sengaja kan? Ngaku aja deh.” Dengan ceplas ceplosnya Karina membalas perkataan Rere “Heh, Rere. Seharusnya itu, kamu nggak boleh teman sama cewek gembel ini, nanti kamu diberi virus es cendol, lagi.”

Ayrah merasa sangat terhina atas perkataan Karina. Namun, Rere selalu ada disaat Ayrah sedih dan disaat itu Rere terus menghibur Ayrah. Ayrah pun kembali ceria. Ayrah telah melupakan kejadian tadi, yang tadinya dilakukan oleh Karina padanya. Dan dibalik semua itu, Karina dengan kesalnya ingin membalas dendam kepada mereka berdua, karena telah nyolot-nyolot pada Karina tadinya.

Keesokan harinya adalah hari ulang tahun Rere yang ke 17. Rere mengundang semua teman sekelasnya dan sebagian teman-temannya dikelas lain. Rere membuat sebuah pesta ulang tahun yang sangat istimewa dan meriah. Dan, tentunya Rere mengundang sahabatnya itu yaitu Ayrah untuk datang kepesta ulang tahunnya. Begitupun dengan Karina. Saat tiba dipesta tersebut, nampaknya Karina telah menyusun sebuah rencana bersama kedua temannya untuk mengerjai Ayrah yang selama ini sangat dibencinya.

Karina membuat rencana untuk mempermalukan Ayrah di depan orang banyak. Ayrah diajaknya ke kamar Rere tanpa sepengetahuan Rere. Karina berkata “Hy, Ra. Rere bilang sama gue untuk membuat penampilan loh jadi lebih keren malam ini. Jadi, loh ikut gue sekarang ke kamar Rere.” Padahal, semua yang dikatakan oleh karina semuanya bohong, karena Rere tidak pernah berkata seperti itu kepada Karina. Namun, atas kepercayaannya kepada Karina dan teman-temannya, Ayrah pun mengikuti apa yang dikatakan mereka.

Sampailah mereka di kamar Rere, yang tertata rapi dan mewah. Langsungnya di dorong Ayrah kekursi meja rias Rere oleh Karina. Sejak itu, Ayrah mulai curiga dengan tingkah laku Karina, dan mencoba membuka rahasia dari Karina. Namun, Karina tetap saja membuat Ayrah semakin percaya dengannya. Di bawah sana, tepatnya di kolam renang rumah Rere, Rere telah menunggu Ayrah yang tidak tahu kemana perginya. Di kamar Rere, Ayrah telah didandani dengan dandanan yang cukup gila. Karina membuat semuanya kacau dengan cara mendandani Ayrah yang nampak seperti orang yang kesambet setan malam. Wajah cantik Ayrah menjadi tak karuan, karena ulah Karina yang mengolesi wajah Ayrah menggunakan lipstik berwarna merah, lalu dibawanya Ayrah oleh Karina dan teman-temannya ke hadapan teman-teman yang lainnya, agar Ayrah merasa malu nantinya.

Rere sangat terkejut dengan melihat penampilan Ayrah yang acak-acakan, dan dilihatnya rambut Ayrah yang tak kalah sepertinya dengan rambut singa yang habis berkelahi. “Kasihan Ayrah” kata yang keluar dari mulut Rere, sahabatnya. Di sisi lain, Karina dan teman-teman yang lainnya menertawai Ayrah yang nampak seperti orang gila.
Satu minggu kemudian, Karina kembali menyusun rencana agar Rere tidak mau lagi bersahabat dengan Ayrah yang dianggapnya sebagai orang kampung oleh Karina.

Karina memberitahukan kepada Ayrah agar Ayrah meminta uang kepada Rere sebesar 5.000.000 untuknya. Namun, Ayrah tidak mau dengan mendengar bujukan Karina. Dengan tampak sedih namun hanya berbohong, Karina berkata kepada Ayrah “Ra, aku butuh sekali uang itu, sekarang kakakku ada di rumah sakit dan aku tidak punya uang untuk menebus biaya administrasinya, makanya aku meminta kamu untuk meminta uang sebesar 5.000.000 kepada Rere karena aku tahu kalau Rere sebenarnya juga benci sama aku dan aku juga tahu kalau Rere dekat sama kamu, Ra. Aku mohon kali ini aja. Please.”
“Ya sudah, Insya Allah aku lakuin itu semua demi kamu dan kakak kamu. Kamu yang sabar yah? Mudah-mudahan aku berhasil.” Kata Ayrah
“Ra, tapi, kamu jangan sampai bilang kalau kamu disuruh sama aku yah? Aku mohon, karena mungkin jika kamu bilang kalau kamu disuruh sama aku, mungkin Rere nggak akan ngasih kekamu.” Kata Karina dengan bujukannya
“Iya, iya Karina.” Jawabnya

Tiba-tiba, dengan menaiki mobilnya, Karina dengan ngebutnya langsung ke rumah Rere dan mengadu dombakan Rere dan Ayrah.
“Re, Re, buka pintunya Re, aku mohon, semua ini demi kebaikan kamu Re.” Kata Karina dengan memburu waktu

Tidak sempat melepas seragam sekolahnya, Rere pun langsung membuka pintu rumahnya dan menemui Karina yang kelihatan panik. Kemudian Karina menceritakan cerita yang salah kepada Rere seraya memburukkan nama Ayrah dimata Rere. Padahal, Ayrah tidak mengetahui apa-apa.
“Re, ternyata aku sudah mengetahui semuanya. Bahwa Ayrah itu sebenarnya mendekati kamu itu karena ada maunya. Dan aku tahu apa maunya, dia mau memanfaatkan kamu dan uangmu disaat kamu sudah menganggapnya sebagai sahabatmu. Dan sempat mendengar ketika Ayrah sedang bercerita kepada Venita kalau dia itu butuh uang untuk membuat acara di luar sepengetahuan kamu dan menggunakan uang kamu dengan alasan yang berbeda.” Kata karina membujuk Rere
“Hah? Ayrah ngomong gitu? Nggak mungkin. Aku sudah tahu banyak tentang Ayrah dan menurut aku Ayrah itu anak yang baik-baik, bukan seperti yang kamu katakan tadi. Kamu pasti salah dengar, Karina.” Jawabnya dengan tidak percaya
“Aku serius Re, malahan udah dua rius. Dan kalau kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan tadi, kamu boleh membuktikan sendiri dengan menyaksikan kedatangan Ayrah kesini dengan meminta uang kepada kamu dan dengan alasan yang berbeda dengan apa yang telah aku katakan tadi.” Katanya
“Yah sudah kalau itu mau kamu. Aku akan membuktikan semua itu.” Kata Rere
Akhirnya rencana Karina mula-mula berjalan dengan mulus untuk memisahkan mereka berdua. Dan setelah tidak begitu lamanya Karina pulang, Ayrah pun datang ke rumah Rere dengan melakukan apa yang telah diperintahkan oleh karina padanya yang merupakan sebuah jebakan yang tidak diketahuinya.

Ayrah pun langsung mengetuk pintu rumah Rere. Dan Rere langsung membukanya, dan kemudian dengan menceritakan semuanya oleh Ayrah dengan alasan ada yang perlu dibiayai. Rere pun langsung memberikan uang itu dengan tunai dan uang itu telah berada ditangan Ayrah. Rere pun semakin tampak dan kelihatan curiga kepada Ayrah dan lebih percaya kepada Karina.
Setelah hal itu terjadi, Ayrah langsung ditelepon oleh Karina dan menyuruhnya untuk datang ke pesta meriahnya disalah satu cafe terkenal. Ayrah pun masuk kedalam jebakan Karina. Disaat itu pun, Karina mulai menelepon Rere untuk dapat menghadiri acaranya yang sepengetahuan Rere bahwa acara itu adalah acara dari perbuatan Ayrah padanya. Rere pun merasa sangat kesal pada Ayrah dan menganggap bahwa perkataan Karina memang betul. Dan sejak itu Rere mulai benci pada Ayrah. Namun, Ayrah tidak tahu apa penyebab semua itu terjadi pada sahabatnya.

Dengan terjadinya hal itu, mulailah Karina mendekati Rere dan berkata “Re, bener kan yang aku bilang kalau Ayrah itu memang sengaja berteman dan sekaligus bersahabat dengan kamu hanya gara-gara uang kamu. Dan mendingan kamu teman dengan aku. Kita kan sama-sama anak orang terpandang, jadi nggak mungkin kan kalau aku meras kamu dengan uang?”
“Iya juga sih, kalau itu mau kamu. Baiklah, kita sahabatan. (sambil tersenyum)” kata Rere
“Akhirnya rencana aku berjalan mulus, dan ini yang dari dulu aku inginkan. Menghancurkan hubungan persahabatan kalian berdua. (berbicara di dalam hati sambil tersenyum benci)” Kata Karina
Suatu saat, Ayrah terus saja mendekati Rere untuk meminta penjelasan untuk menjelaskan kejadian ini. Namun, kelihatannya Rere tak mampu menahan amarahnya kepada Ayrah yang telah difitnah oleh Karina sehingga Ayrah pun mendapat gertakan dari Rere bahwa Rere sudah tidak mau bertemu dengan Ayrah bahkan tidak mau berkenalan lagi dengan orang yang bernama Ayrah.

Ayrah sangat sedih. Pertama, Ayrah berpikir bahwa Rere akan memberikan senyuman manis kepadanya. Namun, begitu sulitnya membentuk sebuah senyuman dari bibir manis Rere yang sudah terlanjur benci kepada Ayrah.

Suatu pagi di tepi jalan, Ayrah kembali menyapa Rere dengan sebuah senyuman manis yang tak lupa ia berikan kepada Rere. Namun, karena kemarahan Rere mulai memuncak, sehingga dengan kesalnya, Rere mendorong Ayrah ke tengah jalan raya sampai-sampai Ayrah diseret mobil dan terkapar di jalan. Rere dengan kagetnya langsung memeluk Ayrah dan dengan segera meminta pertolongan kepada orang-orang pejalan kaki yang ada disekitar mereka untuk membawanya ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Rere.

Sesampainya di rumah sakit, dan setelah Ayrah lepas dari fase kritisnya. Ayrah langsung memanggil nama Rere. Kemudian Rere langsung masuk ke ruangan Ayrah dan bertemu langsung dengan Ayrah. Ayrah pun kemudian bertanya tentang hal itu lagi. Yaitu hal yang membuat Ayrah penasaran bahwa mengapa Rere bisa berubah dengan cepat. Rere pun menjawab “Karena aku benci dengan apa yang telah kamu lakukan kepada aku tentang uang itu.” Ayrah pun semakin tidak mengerti dan menjawab “Uang itu? Jadi, hanya gara-gara itu karena kamu keberatan kalau aku minjam uang kamu?”
“Kalau gara-gara uang itu sih aku nggak masalah-masalah amat. Namun, aku hanya mempermasalahkan alasan kamu membuat pesta itu.” Kata Rere
“Pesta? Pesta apa? Setahu aku, aku nggak pernah ngerayain pesta dengan menggunakan uang kamu. Atau pesta Karina di selenggarain 2 malam yang lalu?” Tanya Ayrah
“Hah? Pesta Karina?” Tanya Rere
“Iya pesta Karina. Kalau tentang itu bisa-bisanya kamu benci dengan aku, mendingan aku menceritakan semuanya. Kalau Karina itu bilang sama aku bahwa kakaknya dia itu sementara sakit di rumah sakit dan sangat membutuhkan uang untuk membayar biaya administrasinya namun, Karina nggak punya uang. Sehingga, Karina nyuruh aku untuk meminta uang kepada kamu untuk membayar itu semua namun dengan alasan yang berbeda. Tapi, sejak itu aku curiga sama Karina.” Jawab Ayrah
“Oh, jadi gitu ceritanya Ra?” tanya Rere
“Iya.” Jawab Ayrah
“Aku ngerti sekarang.” Kata Rere
“Ngertii? Ngerti gimana Re?” Tanya Ayrah
“Kalau Karina itu sengaja mengadu dombakan kita, agar kita saling benci. Tapi apa gunanya?” tanya Rere
“Aku juga mulai ngerti Re. Iya, betul apa kata kamu. Dan semua itu dilakukan oleh Karina semata-mata karena Karina nggak mau kalau cewek kayak aku temenan apalagi sahabatan dengan anak orang kaya kayak kamu. Iya kan?” kata Ayrah
“Nah itu jawabannya.” Kata Rere
Setelah Rere memaksa Karina untuk mengaku atas perbuatannya, akhirnya Karina mengaku juga dan meminta maaf kepada Ayrah terhadap semua perbuatannya kepada Ayrah selama ini.

Rere pun kembali bersahabat dengan Ayrah dan bahkan telah menganggap Karina sebagai sahabat mereka berdua.
“Aku terharu dan salut sama kalian, sebab kalian telah aku buat kalian menjadi saling benci-bencian tetapi akhirnya kalian menganggap aku sebagai sahabat kalian.” Kata Karina
“Sahabat itu, nggak milih-milih apalagi dengan memandang status sebelumnya.” Kata Rere dan Ayrah

Mereka pun kembali bersama dengan menjalin sebuah tali persahabatan.
“Mudah-mudahan persahabatan kita terus terjalin dan kita terus bersama selama Langit Masih Berwarna Biru.” Kata Rere dan Ayrah
Akhirnya mereka bertiga bersahabat bagaikan sahabat yang sulit terpisahkan.


sumber:
http://www.lokerseni.web.id/2013/12/musuh-jadi-sahabat-cerpen-persahabatan.html

Cerpen Pengorbanan Terindah Untuk Anggun

PENGORBANAN TERINDAH UNTUK ANGGUN
Karya Lusi Parwini, Ni Putu

“Ra, Dara kamu dimana? Katanya kamu bawa kejutan buat aku.”Ujar Anggun, gadis tuna netra yang mencari seseorang yang baru saja bersamanya. Gadis itupun terus menggerakkan kursi roda sampai di taman belakang rumahnya. Ketika sampai disana, terdengar suara Dara dan seseorang sayup-sayup di belakang pohon mangga. Secara tak sengaja Anggun mendengar percakapan mereka.
“Aku gak nyangka keadaannya seperti ini, dan aku gak sanggup jalani hubungan ini.”suara seorang cowok yang rasanya dikenal Anggun. Rio, pacar Anggun. ‘Apakah Rio akan mutusin hubungan kita, setelah tahu keadaanku sekarang?’tanyanya sedih dalam hati.
“Jangan gitu Yo, kasiankan dia, dia pasti sedih kalau dia mendengar pernyataanmu tadi.” Terdengar suara Dara.
“Tapi, hm, aku sayang kamu.”perkataan Rio mengejutkan Anggun. Anggunpun menghampiri Dara dan Rio.
“Gila ya! kalian ngehianatin aku.” Ujar Anggun sembari membalikkan badannya dan menggerakkan kursi roda berbalik arah. Dara dan Rio segera mencegat Anggun dan mencoba menjelaskan sesuatu.
“Nggun, semuanya gak seperti yang kamu denger.”jelas Dara
“Apa??jelas-jelas aku dengar Rio bilang cinta ma kamu, Ra.”
“Gak ada Nggun. Aku gak ada bilang cinta sama Dara tapi…”Penjelasan Rio yang terpaksa tak berujung, nampaknya Anggun tidak mau tau apa yang dijelaskannya, baginya semua itu hanya omong kosong. Bujukan yang tak ada artinya. Anggun tetep kekeh dan percaya pada apa yang ia dengar barusan. Dengan bergerak tergesa-gesa, Anggun menghambur ke kamarnya dan pintu pun sengaja dikuncinya rapat-rapat. Sementara itu Dara dan Rio menyusul Anggun dari belakang.
“tok,tok,tok.”terdengar suara pintu kamar Anggun diketuk dan diiringi suara-suara Dara dan Rio yang saling bersahutan memanggil Anggun serta hendak menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya.
“Pergi, Pergi kalian! Aku gak butuh penjelasan dari kalian, semuanya sudah sangat jelas. Pergi!!”Ucapnya sembari melempar bantal ke pintu, bukan hanya itu, boneka dan semua yang ada dikamarnya diobrak-abrik, sebagai pelampiasan rasa amarah dan sedih yang luar biasa berkecamuk dihatinya.
“Sekarang aku tahu perasaan kamu sebenarnya ke aku Yo. Kamu gak cinta aku secara tulus. Dulu aja, saat aku normal, bisa melihat, kamu bilang cinta mati ke aku. Tapi sekarang setelah musibah 2 bulan lalu menimpaku, kamu malah ninggalin aku Yo. Kamu malah pergi kepelukan Dara, sahabatku sendiri. Kamu juga Dara, jelas-jelas kamu tahu aku sama Rio sudah 5 bulan pacaran tapi kenapa Rio malah kamu embat?” Gerutunya dalam kamar yang sepi bisu. Lama-kelamaan khayalan Anggun melayang jauh pada kejadian tragis yang menimpanya tempo lalu.

Dua bulan yang lalu, Anggun, Dara, Maria, dan Fitri pulang bersama dengan mengendarai sepeda. Sembari mengobrol dan bercanda empat gadis belia itu bersepeda dengan santai. Tiba-tiba Anggun merasa haus, rasa haus yang begitu menyiksa tenggorokan Anggun. Diapun langsung menyebrang jalan ke Supermarket. Awalnya Dara melarang Anggun ke Supermarket itu, entah karena apa, padahal suasana jalan waktu itu sangat sepi. Tapi saking hausnya Anggun tidak peduli, ia langsung mengayuh sepeda begitu saja. Tiba-tibamuncul sebuah mobil Avansa silver dengan kecepatan tinggi menyambar tubuh Anggun. Anggunpun tak sadarkan diri. Dan ketika ia terbangun,ia merasa aneh. Ia tak bisa melihat apapun. Semuanya gelap. Keadaan ini ditanyakan pada mamanya. Terdengarlah suara tangisan Mama Anggun, dan ternyata Anggun buta. Anggun yang tak percaya akan hal ini berontak. Dan mulai saat itu pula kehidupan Anggun berubah drastis. Hidupnya hanya mengandalkan kursi roda dan bantuan orang lain. Sebagian besar sahabatnya pergi ninggalin Anggun karena keadaannya sekarang. Hanya Dara yang mau menemani hari-hari sepinya. Namun kini penghianatan membuat hati Anggun semakin teriris dalam kesendirian.

Tiba-tiba “Tok,tok,tok.”Terdengar suara pintu kamar Anggun diketuk.
“Sayang, buka pintu dong sayang, ini Mama.”Bujuk Mama Anggun lembut dibalik pintu, yang meluluhkan hati Anggun yang panas. Anggunpun membuka pintu. Seketika Anggun menghambur dalam pelukan Mamanya.
“Sayang kenapa ini? Kenapa berantakan”Mama Anggun heran, dan memeluk Anggun balik. Seketika Anggun menceritakan semua kejadian di taman. Mama Anggun pun mencoba sabar menghadapi emosi anaknya.
“Sayang, jangan begitu! Mungkin saja apa yang kamu dengar tidak seperti apa yang terjadi sesungguhnya sayang. Tidak mungkin kan Dara menghianati kamu. Sebaiknya kamu dengarkan penjelasan mereka.” Ujar Mama anggun sembari mengelus-elus rambut Anggun.
“Tapi Ma, aku sudah mendengar dengan jelas Ma. Pendengaranku masih awas. Gak mungkin salah, Ma aku mau sendiri.”Ujar Anggun sembari melepaskan diri dari pelukan Mamanya. Anggun mengunci diri di kamarnya. Tentunya menenangkan diri dengan segala masalah ini.
Hari-hari Anggunpun mulai dipenuhi kesendirian lagi. Penuh dengan kesepian. Tiada lagi suara renyah Dara yang menemani hari-harinya. Apabila Dara datang menemui Anggun, dia menolak mentah-mentah. Dan begitulah seterusnya. Begitu sunyinya hidup Anggun yang akhirnya membuat dia rindu akan keramaian. Akhirnya Anggun pun mencoba ke taman belakang untuk memperoleh ketenangan.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang menuju tempat Anggun duduk menghirup udara segar.
“Nggun, kamu ada disini , aku cari kamu ke rumah tadi, kamunya gak ada. Nggun, aku ingin menjelaskan kalau..”
“Cukup!! Cukup Ra, Gak ada yang perlu dijelasin lagi.Semuanya sudah jelas. Pergi, pergi!”Anggun segera memotong perkataan Dara, dia tak mau tau apa-apa lagi keburu rasa marah dan kecewa telah menguasai hatinya. Anggun pun menggerakkan kursi rodanya dengan susah payah, berusaha menghindari Dara.

Tiba-tiba, ‘AWAS!!!’ Dara histeris sembari mendorong Anggun. Dan yang masih terdengar jelas teriakan Dara yang lemah. Anggun hendak terbangun, namun buru-buru ia tak sadarkan diri. Ketika ia terbangun, terdengar suara Mama dan Papa Anggun yang panik melihat Anggun.
“Pa,Ma, Dara mana? Dara gak apa-apa kan? Anterin Anggun ke rumah Dara sekarang Ma, Pa…”Pinta Anggun lemah, panik, dan perasaannya mulai tidak enak.
“Ehm… Dara, Dara gak apa-apa kok? Tadi dia mau nengokin kamu… tapi dia takut kamu tolak Nggun… Ya udah nak. Kamu istirahat ya…”Ujar Mama Anggun terbata, beliau mulai meninggalkan Anggun dengan wajah sedih. Papa Anggun pun meninggalkan Anggun sendiri dengan tatapan yang sama. ‘ada apa sebenarnya? Entah apa yang disembunyikan dariku,’batinnya. Anggun mencoba tenang dan merebahkan diri di tempat tidur.

Tiba-tiba Dara datang dengan senyum yang tak pernah dilihatnya sebelumnya. Entah mengapa Anggun merasa senang tak terkira.
“Nggun. Kamu gak apa-apa kan. Nggun aku minta maaf telah membuat kamu kecewa tapi…”
“Nggak aku ikhlas Ra, aku ikhlasin Rio sama kamu, mungkin dia lebih bahagia sama kamu.”
“Nggak Nggun. Nggak, percaya Nggun, Rio sangat mencintaimu. O ya, aku ingin memberi sesuatu sebelum aku pergi. Kamu harus jaga kenangan yang ku beri.”
“Tapi, Ra, kamu mau pergi kemana? Jangan tinggalin aku Ra. Aku gak akan nolak kamu lagi, kumohon, atau kamu boleh ajak aku ikut bersamamu.. Aku gak mau kamu pergi sendiri.”
“Jangan Nggun, jangan, aku harus pergi sendiri,selamat tinggal”
“Dara jangan tinggalin aku, Dara…. Dara….Dara….Dara…” teriak Anggun.
“Sayang, kamu kenapa?”Ujar Mama Anggun dan Anggunpun terbangun.
“Jadi semua ini mimpi, tapi mimpi itu seperti nyata, itu pasti isyarat Ma.”Anggun memeluk mamanya sembari menceritakan mimpi buruknya barusan.
“Sayang, itu kan cuma mimpi,bunga tidur, jangan dipikirkan.”Mama Anggun mengusap-usap rambut Anggun dengan lembut.
‘Kring….’ terdengarlah suara telepon berdering, terpaksa Mama Anggun melepas pelukan anaknya dan berlari ke ruang keluarga. Hal itu mulai membuat Anggun penasaran. Dan Mama Anggun pun berbalik.
“Nggun, ada berita bagus. Ada orang yang mau mendonorkan matanya untukmu.”Ujar mama Anggun yang membuat anak semata wajahnya senang bukan kepalang. Dengan semangat Anggun diantar ke rumah sakit. Dalam perjalanan bibir mungil Anggun dipenuhi senyum membayangkan dirinya bisa melihat lagi seperti semula.

Operasi pun dimulai, tangan-tangan ahli mulai melakukan kebolehannya dalam mencangkok kornea mata. Dalam hitungan jam, operasi selesai. Anggun mulai membuka matanya. Terang sungguh terang. Semua orang di ruangan itu dilihatnya 1 per 1. Dokter,Perawat,Mama,Papa, Rio, Kak Siska,Mama Dara,tapi mana Dara? Tanya Anggun dalam hati.
“Kak Siska, Dara mana? Rio, mana Dara? Ma,Pa,Tante kenapa Dara tidak kesini?”Tanya Anggun panik, namun seketika sunyi tak ada jawaban, hanya tatapan sedih yang mengelilinginya. Anggun pun mulai terbangun.
“Kak Siska mana Dara?”Ujar Anggun sembari menggetarkan tubuh kakaknya Dara.
“Ehm, Nggun. Ini titipan surat dari Dara. Selain itu ada bungkusan buat kamu.” Rio menyodorkan sepucuk surat dan bungkusan kepada kekasihnya itu. Dengan sigap Anggun menerima dan buru-buru membaca surat dari sahabatnya itu.
Dear : Anggun
Nggun, mungkin saat kamu membaca surat ini aku sudah pergi… O ya, maafin aku karena aku tak sempat memberikan hadiah padamu sebelum aku pergi. Dan lewat surat inilah aku memberikan kenangan untukmu sahabatku. Nggun, maafin aku juga ya, belum sempat menjelaskan kalau aku dan Rio tidak ada hubungan apa-apa. Waktu itu Rio ngungkapin perasaannya pada foto kamu, bukan aku. Percayalah Rio itu orangnya setia. Dan janjilah kamu harus percaya sama Rio ,jika kamu sayang sama dia,Ok. Nggun, nanti kamu akan bisa melihat, melihat seluruh isi dunia ini. Melihat semua keindahan yang telah Tuhan berikan. Tapi maaf, aku gak akan bisa lagi menemani hari-harimu seperti dulu.Tapi tenang saja mataku akan terus menemanimu, menemanimu melihat indahnya dunia, dan akan ikut menghadapi masa depanmu. Dan kamu jangan sedih, aku tak mau kamu sedih. Bila kamu kangen sama aku, kamu bisa lihat bintang, pasti kangenmu akan terobati, seperti dulu waktu aku kangen papa. Oya kalung yang kita buat dulu sudah jadi. Simpan dan jaga baik-baik. Sekali lagi, Nggun jangan sedih… Aku akan selalu ada untukmu. Meskipun ragaku tak mungkin bersamamu lagi tapi aku selalu ada dihatimu. Dan aku akan selalu menjagamu dan bersamamu….
By :
Dara

Seketika Anggun menangis,dia tidak menyangka sahabatnya itu begitu cepat meninggalkannya.
“Kak, Dara sudah meninggal! Kenapa kak? Kenapa semua orang tak memberitahuku? Kenapa?”Ujar Anggun sembari menahan tangis.
“Dia meninggal…dia meninggal gara-gara kamu! Gara-gara menyelamatkanmu dari kecelakaan itu. Dia terluka parah dan akhirnya meninggal. Mata itu , mata Dara. Walaupun dia sekarat dia tetap mikirin kamu, Nggun…”Jelas Kak siska ketus sembari menuding mata Anggun. Anggunpun terdiam sejenak. Airmata Anggun terus menitik, bagai hujan lebat yang terjadi di luar sana. Ia baru sadar dan menyesal seharusnya waktu itu ia memberi kesempatan pada Dara untuk menjelaskan peristiwa di taman tempo hari. Anggun benar-benar menyesal.
“Maafin aku kak. Maafin aku.”Ujar Anggun tulus tapi Kak Siska malah memalingkan wajahnya, dan pergi meninggalkannya, begitu pula yang lain. Mereka membiarkan Anggun beristirahat setelah operasi, namun Rio tetap tinggal menemani Anggun.
“Dara, Dara.. Aku gak sanggup tanpa kamu.” Anggun memeluk foto Dara. Tak sengaja ekor matanya memandang ke meja di samping ranjangnya. Diambilnya pisau disamping buah apel. Entah kenapa, pisau itu malah ditancapkannya ke urat nadinya, untunglah Rio sigap menangkisnya.
“Nggun, jangan ….. jangan Nggun… Dara pasti sedih disana melihat kamu putus asa seperti ini.” Rio memeluk erat Anggun.
“Tapi Yo, aku gak sanggup tanpa Dara , gara-gara aku dia pergi. Aku salah Yo, aku yang harus pergi, bukan dia.”Keluh Anggun diiringi tangis.
“Sudahlah sayang, jangan bilang begitu. Mungkin ini sudah takdirnya.”Rio mencoba menenangkan Anggun. Anggun terdiam sementara air matanya membasahi baju yang dikenakan Rio, namun Rio tak marah dibiarkannya gadis itu menangis dipelukannya. Asal itu membuatnya tenang.

Ketika Matahari dan benda langit lainnya. Anggun mulai membuka jendela kamarnya. Anggun kengen sama Dara. Dipandangnya langit, bintang-bintang yang gemerlap , mendadak Anggun merasa tenang.
“Dara, aku kangen kamu. Aku sekarang sadar, apa yang kita dengar gak seperti apa yang terjadi sesungguhnya. Aku salah, tidak percaya padamu sepenuhnya. Gara-gara itu, aku harus kehilangan kamu. Sekarang aku janji, aku akan percaya pada orang-orang yang aku sayang, jika aku tak ingin kehilangan mereka. Ra….aku akan menyimpan dan menjaga apa yang telah kau beri padaku. Mulai sekarang aku akan menata hidup baru tanpa kehadiranmu disisiku. Tapi… dihatiku kamu akan tetap ada dan selalu ada.” Ujarnya dengan senyum semangat sembari menatap bintang, menatap hari-hari baru dan masa depan yang kan menanti, dengan kenangan indah bersama sahabatnya, “Dara.”

“Selesai”


sumber:
http://www.lokerseni.web.id/2013/07/pengorbanan-terindah-untuk-anggun.html

Cerpen Ketika Waktu Telah Berlalu

KETIKA WAKTU TELAH BERLALU
Karya Adeline Suriadi

Aku memandangi kamar ini untuk kesekian kalinya. Yang tergambar dalam benakku sangatlah jelas dan tidak berubah. Aku teringat kenangan-kenangan bersamanya, kenangan yang tak akan aku lupakan begitu saja. Aku teringat bagaimana ia selalu ada di sampingku saat senang maupun susah, karena ia selalu mengerti bagaimana membuatku tersenyum.

Aku seperti dihantam sesuatu. Aku tahu, ini menyakitkan, tetapi aku harus kuat sebagaimana ia berpesan. Ya! Aku tidak akan lagi bertemu dengannya, dihibur olehnya. Bayangan singkat kehidupanku dengannya kembali tergambar jelas, seperti di depanku terdapat sebuah proyektor yang menampilkannya.


Ketika Waktu Telah Berlalu
Bayangan itu membawaku ke saat-saat dimana aku dan dia pertama kali berkenalan saat aku keliru menaruh barang-barangku di dalam lokernya. Dia tertawa, aku tertawa. Aku menanyakan namanya dan dia menanyakan namaku. Pada saat kenaikan kelas, kami memasuki kelas yang sama.

Kami semakin akrab dengan tempat duduk kami yang diatur berdekatan. Baru aku tahu saat itu bahwa rumahku dan rumahnya hanya berbeda beberapa gang. Ia pun tidak jarang datang ke rumahku untuk mengerjakan tugas. Aku ingat sekali bagaimana saat itu, kami tidak mengerjakan tugas melainkan ke taman dan mengukir nama kami berdua pada sebatang pohon. Kami menambahkan ‘Best Friend Forever’ di bawah nama kami.

Saat lelaki yang sedang kusuka berpacaran dengan perempuan lain, ia menghiburku, merangkulku dan melontarkan candaan-candaan yang membuatku tertawa. Ia tahu apa yang kurasakan walaupun aku tidak mengatakannya. Ia bahkan tahu lelaki yang kusuka walaupun aku tidak pernah menceritakan apapun kepadanya. Ialah yang menjadi alasan mengapa aku dapat kuat hingga detik ini.


Bayangan itu dengan segera berganti ke saat-saat dimana aku sangat panik karena melupakan tugas yang harus dikumpulkan keesokan harinya. Aku menelponnya, dengan harapan ia dapat menenangkanku. Ternyata benar, ia menenangkanku dengan datang ke rumahku dan membantuku membuat tugas hingga selesai, padahal saat itu hari sudah gelap dan kami menyelesaikannya tepat pada saat ayam berkokok pertama kali. Di sela-sela mengerjakan tugas, ia juga sabar mendengarkan cerita-ceritaku tanpa kuberikan kepadanya kesempatan sedikit pun untuk berbicara.

Aku kembali menyapukan pandanganku dan melihat satu lembar tiket konser Miley Cyrus, penyanyi luar Indonesia yang paling kami kagumi. Aku mengambilnya dan lagi-lagi pikiranku dipenuhi oleh bayang-bayang. Saat itu, kami duduk di kelas 2 SMA dan sedang menjalani ulangan akhir semester I, lalu kami mendapat kabar bahwa Miley Cyrus akan mengadakan konser di Jakarta. Kami sangat senang sekaligus bingung bagaimana caranya untuk menonton konser tersebut, karena pastinya kami tidak diizinkan.

Aku ingat sekali bagaimana kami menyusun rencana hingga akhirnya kami mendapatkan kesepakatan. Kami pun membeli tiket konser tersebut dengan uang hasil tabungan kami. Tetapi saat hari konser, entah dorongan darimana, aku mengubah rencana dan bersikeras untuk tetap menjalankan rencana yang kubuat. Ia pun dengan sabar menyetujuinya dan kami menjalankan rencana yang kubuat.
“Kau mau ke mana?” tanya papaku saat itu.
“Aku mau ke rumah Iva, Pa.”
“Jangan bohong, Ta, tadi waktu papa ke luar, papa lihat Iva dengan tasnya, kelihatannya dia mau pergi. Papa tahu kau merencanakan sesuatu.”

Begitulah pada akhirnya, karena aku, kami tidak jadi menonton konser Miley. Aku tahu, Iva sangat marah kepadaku. Aku tahu, ia akan benci sekali padaku dan tidak akan percaya pada kata-kataku lagi. Atau mungkin, itu hanyalah perkiraanku.

Nyatanya, setelah kejadian itu, ia tidak menyinggung kesalahanku. Ia malah menguatkanku karena ia tahu bahwa sebenarnya aku sangat ingin menonton konser tersebut.
“Ta, sabar ya! Nanti setelah ulangan akhir ini kita cari-cari konser Miley lagi, sampe ke luar kota pasti dibolehin kok! Sekalian liburan, sekalian nonton konser.”

Ia sama sekali tidak menyalahkanku. Ia sama sekali tidak mencoba untuk mengguruiku. Aku sangat bahagia telah mengenalnya.

Tetapi aku tidak menduga, bahwa kata-kata yang ia janjikan padaku tidak akan pernah ditepatinya. Bukan, bukan karena ia tidak mau, tetapi keadaan telah sepakat untuk menyiksanya.
“Ta, aku harus pergi ke Singapore, aku harus berobat ke sana. Aku sakit, kanker otak.”
“Kamu pasti bercanda…”
“Aku serius. Tetapi, aku akan berusaha untuk kembali ke sini, kok. Aku janji kita bisa ketemu lagi.”

Sejak kepergiannya, kami rutin bertukar e-mail, sekedar menanyakan kabar hingga bercerita yang macam-macam. Saat itu sangat menggembirakan, hingga aku menyadari bahwa waktu sangat berharga. Aku tidak tahu kapan kami akan berpisah. Aku tidak menanyakannya karena aku tahu, itu semua hanya akan memperburuk keadaan. Biarlah hari demi hari berlalu, dengan matahari yang masih menerangi bumi. Biarlah jarak mengambil alih, karena aku tahu, semua akan indah pada waktunya.
“Ta…”

Kudengar seseorang memanggil namaku, seseorang dengan suara bariton yang khas. Mario, kakak laki-laki Iva yang belakangan menjadi sahabatku, lebih dari sahabatku lebih tepatnya. Ia sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri. Ia pun sudah menganggapku sebagai adiknya sendiri setelah ia kehilangan Iva.

Aku tahu, di antara kami, orang-orang terdekat Iva, kakak laki-lakinya-lah yang paling kehilangan, karena ia dan Iva telah bersama sejak kecil. Mario, kakak yang tegar dan selalu menemani Iva saat ia berobat. Mario, kakak yang setia sampai-sampai ia pindah kuliah ke Singapore untuk mendampingi Iva dalam menjalani masa kritisnya.

Aku tidak habis pikir, seseorang sebaik Mario harus menjalani cobaan yang begitu berat. Apakah ketidakadilan di dunia begitu kentalnya sehingga harus menyiksa semua orang yang benar dan menyenangkan semua orang yang salah? Apakah mungkin balasan untuk semua orang benar akan diterima setelah mereka mendapatkan kehidupan yang kekal? Kuharap begitu.
“Ta, kangen sama Iva?” kata Mario mencegah pikiranku untuk berkelana terlalu jauh.

Aku hanya tersenyum, mewakili perasaanku sebenarnya.
“Relakan dia, jangan jadikan kepergiannya sebagai beban dalam hidup. Yakinlah, ia sedang menyiapkan sesuatu yang terbaik di atas sana, bagimu, bagiku, bagi semua orang yang disayanginya. Ia telah sampai di ujung dunia, Ta. Bila saatnya tiba, kita juga akan sampai di sana dan kembali bertemu dengannya. Aku yakin, saat sampai di sana, persiapannya telah selesai. Kau akan menemukan apa yang kau butuhkan, sahabat, keluarga, saudara, dan semuanya abadi, selamanya.”

Aku kembali tersenyum dan membiarkan diriku dirangkul oleh Mario.
“Kak, aku boleh minta sesuatu?”
“Tentu.”
“Jangan pernah tinggalkan aku, ya…”

Mario tersenyum dan perasaanku tenang seketika. Saat itu juga aku sadar, hidupku dikelilingi orang-orang yang baik, karunia dari Tuhan. Dalam hati, aku bertekad untuk memulai hidup yang baru, lembaran pertama dalam sekuel buku yang berjudul kehidupan. Lembaran pada buku pertama telah terisi sampai lembaran terakhir, dipenuhi tentang kenanganku dengan Iva. Saat ini, aku siap memulai lembaran baru pada buku yang baru, dan aku sudah tidak sabar, apa yang akan kuhadapi setelah ini. Aku akan menjalani lembar demi lembar dengan sikap yang baru, Tata yang telah berubah.
*****


sumber:
http://www.lokerseni.web.id/2013/07/ketika-waktu-telah-berlalu-cerpen.html

Cerpen Sahabat Jadi Cinta

SAHABAT JADI CINTA
Karya Raswati Dini Rahayu

Bel sekolah pun berbunyi tanda masuk kelas, aku masuk ke kelas dengan sahabatku yang bernama iqbal. Dia itu teman aku sejak kecil, orangnya sangat baik dan perhatian kepada semua orang terutama kepadaku sahabat terbaiknya. Karena dia orangnya sangat menyenangkan membuat aku selalu nyaman berteman dengannya.
“ iqbal, loe udah ngerjain tugas belum kalau udah gue nyontek donx” kataku
“ Akh loe bel bisanya nyontek melulu kapan loe bisa ngerjain tugas sendiri tanpa bntuan orang lain” jawab ikbal
“ He he he” aku malah tersenyum
“ Ekh mlah senyum nich tapi awas besok jangan nyontek lagi yach” kata iqbal
“ sok sift” jawabku


Akhirnya pelajaran pun selesai sekarang waktunya pulang, hari ini aku gak di jemput sama ilham cowokku. Dia lagi ada tugas di kampusnya karena dia sudah menjadi mahasiswa, aku dan dia cuman berbeda 2 tahun. Dari tempat parkiran kelihatan ikbal lagi ngeluarin motornya kemudian aku menghampirinya.
“ Ikbal tunggu, bareng yuk pulangnya” kataku kepada iqbal
“ ayo emang loe nga di jemput bel sama cowok loe” jawab iqbal
“ gak dia lagi ada tugas di kampusnya jadi gak bisa jemput gue hari ini, gue bareng loe yach” ucapku
“ Ayo, kita kan tetanggaan jadi pulangnya searah, ayo naek”ajak iqbal
“ ok thanx yach bal, loe emang temen terbaik gue” jawabku
“ Ia loe cuman nganggep gue temen terbaik loe, tapi gue pengennya lebih bel” kata ikbal di dalam hatinya.
“ Ayo buruan malah bengong”ajakku

Kami pun sudah nyampe di rumahku, tapi iqbal gak mampir dulu ke rumahku dia langsung pulang. Didalam rumah mamah sudah menungguku untuk mengajak makan siang bersama, beliau sudah menyiapkan makanan kesukaanku. Aku langsung ganti baju lalu bergabung di meja makan yang sudah ada adik-adikku, ayahku gak ada dia masih kerja pulangnya sore. Kamipun makan dengan lahap.

Dari luar rumah kedengeran ada yang memanggilku, ternyata dia iqbal ngajak aku main ke tempat biasa kita nongkrong bareng yang lain.
“ Hai bella” iqbal menyapaku
“ tunggu bentar aku ganti baju dulu bal” jawabku sambil masuk lagi ke dalam
“ bel sebenarnya aku pengen ngajak kamu ke suatu tempat yang menyenangkan karena aku menyukaimu tapi sayangnya kamu sudah ada yang punya” kata iqbal dalam hatinya
“maaf yach aku lama ganti bajunya” kataku
“ia gak apa-apa, ayo kita pergi” ajaknya

Setibanya di tempat biasa kita nongkrong, sudah banyak orang yang lagi asyik ngobrol dengan temannya masing-masing. Akupun menemui teman cewekku namanya cika, dia temen sebangkuku orangnya sangat baik dan menyenangkan, dia juga naksir sama iqbal tapi gak berani ngungkapinnya. Sedangkan iqbal menemui temen-temenya yang lain.
“ hai cik” akupun menyapanya
“ hai bel” cika balik nyapa
“ loe udah lama di sini cik” kataku
“ gak baru bentar, kok loe bareng ikabal ke sininya bel” tanya cika
“ ia, emangnya kenapa?” jawabku
“ gak kenapa – kenapa, emangnya ilham kemana gak bareng loe?” tanya cika
“ eum bilang aja loe cemburu gue bareng iqbal, ilham lagi ada tugas di kampusnya jadi gak bisa maen ke sini” jawabku
“ oh loe bisa saja, gue gak cemburu kok sama loe” kata cika
“ besok di sekolah ada tugas sama ulangan gak, cik?” tanyaku
“ kalau gak salah, gak ada bel” jawabnya
“ syukurlah kalau gak ada , gue lagi males belajar hari ini” kataku
“ eum emang tiap hari loe males belajar kalau gak di suruh sama ilham, tadi pagi juga kamu ngerjain PR di sekolah nyontek lagi yach sama iqbal” katanya
“ he he he” aku cuman tersenyum

Dari kejauhan iqbal memanggilku dia mengajakku pulang karena sudah sore sebentar lagi mau adzan maghrib, akupun berpamitan sama cika dan cikapun sebentar lagi mau pulang katanya. Akupun menghampiri iqbal yang lagi nungguin aku, kita pun langsung pulang tanpa kemana-mana dulu. Di depan rumah, mamahku sudah menunggu karena sudah sore banget aku baru pulang, aku terus diomelin tapi aku tidak menghiraukannya kemudian mamahku juga berhenti mengomel.
Keesokan harinya ketika aku sedang berjalan menuju gerbang sekolah mau pulang, tiba - tiba ilham mengagetkanku ternyata dia menjemputku, tetapi baru hari ini aku merasa aneh kenapa aku gak bahagia di jemput sama ilham malah berharap sekarang aku bisa pulang bersama iqbal. Ya allah apa yang sudah terjadi kepadaku, apa aku mulai menyukai iqbal akh itu gak mungkin tidak tidak aku hanya menganggap iqbal sahabat terbaikku saja.
“ Hai bel” sapa ilham tiba-tiba
“ eh kamu kirain siapa?”jawabku
“ emang nya kamu ngarepin nya siapa?” tanyanya
“ gak ngarepin siapa-siapa, di kiranya kamu masih sibuk ngerjain tugas kampus”
Jawabku
“ oh masalah itu sudah beres kok tugasnya, sorry yach kemarin aku gak bisa jemput kamu” katanya
“ gak apa-apa, aku kemarin pulang bareng sama iqbal” kataku
“ baguslah kalau kemarin kamu ada yang nganterin pulangnya” jawabku

Iqbalpun datang menghampiri kita berdua, dia cuman nyapa kita berdua terus dia pun pergi tanpa berkata apa-apa. Keliatannya dia lagi buru – buru, jadi gak sempat berbincang – bincang dulu sama kami.
“ itu iqbal buru – buru mau kemana” tanya ilham
“ gak tahu kayak nya ada keperluan, jadi harus buru – buru” jawabku
“ oh gitu iqbal itu sangat baik banget yach sama kamu “ kata ilham
“ ya iyalah dia baik karena aku sudah temenan dengan dia dari kecil” jawabku
“ tapi keliatannya dia itu suka sama kamu bel “ kata ilham
“ apa sich, gak mungkin dia cuman nganggep aku teman terbaiknya doanx” jawabku
“ ia kamu nya aja yang gak ngerasa, tapi aku bisa ngerasain dan melihat kalau dia itu suka sama kamu liat saja sikap dan perhatiannya sama kamu itu penuh dengan kasih sayang” kata ilham
“ udahlah itu cuman persaan kamu saja yang cemburu sama iqbal” jawabku

Ketika ilham bilang kalau iqbal itu suka sama aku perasaanku jadi tak menentu, hatiku mendadak dag dig dug tidak seperti biasanya. Apa benar yang di katakan ilham bahwa iqbal suka sama aku, akh itu gak mungkin itu cuman perasaan ilham saja.
“ ekh malah bengong lagi mikirin apa” ilham mengagetkanku
“ eum gak mikirin apa-apa, cuman lagi berpikir kalau sebaiknya kamu itu harus lebih jauh mengenal iqbal biar kamu gak cemburu terus” kataku
“ aku itu gak cemburu, cuman yang aku katakan itu semuanya benar” jawab ilham
“ udahlah, emang iqbal orangnya baik dan asyik, seru kalau berteman dengan dia walaupun kadang – kadang suka nyebelin juga” kataku
“ tuch kan kamu terus saja muji dia, emangnya gak bosen sedikit – sedikit kalau kita bertemu pasti saja selalu ngomongin dia” jawab ilham
“ apa sich kamu sensitif banget, kamunya yang duluan ngomongin iqbal” kataku
“ bukannya gitu, tapi emangnya gak bosen tiap harikita bertemu ngomongin iqbal terus, seharusnya kita itu ngomongin tentang hubungan kita” jawab ilham
“ ia sudah kita ngomongin yang lain saja, sorry kalau aku sudah menyakiti perasaanmu” kataku
“ ia udah lain kali jangan di ulangi lagi, sekarang kita mau kemana?” jawab ilham
“ kita pulang saja, aku pengen cepet istirahat capek tadi habis ada pelajaran olahraga” kataku
“ ia udah kalau gitu kita pulang” ajak ilham

Kita pun pulang, saat di perjalan pulang ke rumah kami tidak banyak bicara malah pada diam seribu bahasa. Sesampainya aku di rumah akupun turun dari motor, lalu aku mengajak iqbal mampir dulu ke rumah.
“ kita udah nyampe bel” kata ilham
“ oh ia makasih yach sudah nganterin aku pulang” jawabku
“ ia sama – sama itu sudah jadi tanggung jawab aku sebagai cowok kamu” kata ilham
“ ayo mampir dulu ke dalam, ketemu orangtuaku mereka nanyain kamu terus katanya sekarang kamu jarang main ke rumah” kataku
“ lain kali saja, aku ketemu orangtua kamu salamin aja pada mereka, sekarang aku belum sempet main ke rumahmu lagi karena sibuk” jawabnya
“ ia udah kalau gitu” kataku
“ aku pamit pulang dulu yach sampai ketemu besok” pamit ilham
“ ok hati – hati di jalan” kataku

Ketika aku sedang membantu ibu di dapur nyuci piring habis makan malam, tiba – tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku, lalu akupun membuka pintu dan ternyata itu iqbal. Tiba – tiba hatiku dag dig dug ketika melihat iqbal ada di hadapanku, akupun sangat senang saat melihat iqbal datang ke rumahku.
“ lagi sibuk bel” tanya iqbal
“ gue cuma lagi bantu ibu nyuci piring” sahutku
“ oh gue pikir gak lagi sibuk” jawab iqbal
“ emangnya ada apa?” kataku
“ ngga, tadinya gue mau ajak loe keluar, tapi ya udahlah lain kali aja bisa kan?” pinta iqbal
“ ngga apa – apa sekarang juga udah beres kok” kataku
“ oh baguslah kalau begitu” jawab ilham
“ emangnya kita mau kemana?” tanyaku
“ gue mau nunjukin sesuatu sama loe” jawab iqbal sambil tersenyum
“ mau nunjukin apa?” tanyaku penasaran
“ nanti juga loe tahu bel, ya udah kita berangkat yuk” ajak iqbal

Kami pun bergegas pergi dari rumahku, di jalan aku bertanya – tanya sebenarnya iqbal mau ajak aku kemana tidak seperti biasanya malem – malem gini dia ngajak aku keluar dan mau nunjukin sesuatu apa yach jadi bingung. Iqbal bilang tempatnya sedikit jauh jadi aku bersabar, aku semakin penasaran saja apa yang mau iqbal tunjukin ke aku. Beberapa saat kemudian iqbalpun berhenti di suatu tempat sebelumnya kami belum pernah datang ke tempat ini, tempatnya itu tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi.
“ kita kok berhenti disini bal” tanyaku bingung
“ ia emang ini tempatnya” jawab iqbal
“ terus apa yang mau loe tunjukin ke gue” tanyaku lagi
“ ia sudah tapi kamu jangan marah yach, soalnya aku sudah lama mempersiapkan ini semuanya cuman nunggu waktu yang tempat saja mudah – mudahan ini adalah waktu yang tepat buat aku jujur” jawab iqbal
“ ada apa sich ngomongnya mulai aku kamu dan mau jujur apa? makin penasaran aja” sahutku
“ bentar, tunggu dulu sebentar disini yach” jawab iqbal

Lalu iqbal berjalan entah mau kemana, aku di suruh nunggu semakin penasaran saja apa yang mau iqbal tunjukin ke aku, gak terlalu jauh iqbal melambaikan tangannya menyuruhku menghampirinya entah apa yang sedang dia lakukan di sana, semakin membuatku penasaran saja. Setelah aku samapai disana, ternyata iqbal menunjukan kunang – kunang yang berada di tepian danau itu sangat indah banget tapi aku terkejut di pingir danau ada lilin – lilin yang bernyala yang membentuk kata I love you, aku sangat kaget dan tidak menyangka kalau iqbal akan menyatakan perasaannya padaku.
“ bel, aku sangat cinta dan sayang sama kamu, tapi kamu udah punya pacar” sahut iqbal
“ loe nembak gue bal” tanyaku serius
“ ia bel, maaf aku memendam semua perasaanku selama ini karena aku gak bisa jujur karena kamu udah punya cowok” jawab iqbal
“ sudah lama loe memendam semua ini ke gue” tanyaku lagi
“ ia bel sudah cukup lama, dan aku baru berani mengatakannya sekarang karena aku sudah gak tahan melihat kamu berdua terus sama ilham, apalagi tadi siang di gerbang sekolah hatiku merasa sakit bel melihat kalian berdua ngobrol” jawab iqbal
“ kenapa gak dari dulu bilangnya bal? Sebelum gue jadian sama ilham” tanyaku
“ aku cuman takut kamu akan menolakku dan merusak persahabatan yang sudah kita bangun dari kecil bel, makanya selama ini aku pendam perasaan ini” sahut iqbal
“ jujur saja aku juga mulai menyukai kamu lebih dari sekedar sahabat bal, ketika kita pulang bareng waktu itu. Hatiku mulai aneh berdebar dag dig dug ketika dekat denganmu” jawabku mengakui
“ jadi gimana bel hubungan kita sekarang” tanya iqbal sangat serius
“ gimana yach aku juga jadi bingung, kamu telat bal aku sekarang sudah sama ilham, aku juga gak ingin membuat ilham kecewa kepadaku” jawabku
“ bener bel aku telat mengatakan ini semua, tapi sekarang aku lega sudah mengungkapkan perasaanku yang selama ini aku pendam. Terus kita bagaimana sekarang?” tanya iqbal lagi
“ ia sekarang kita sudah tahu tentang perasaan kita masing – masing, tapi kita gak bisa jadi sepasang kekasih, kita masih jadi sahabat terbaik saja seperti biasanya” jawabku
“ ia bel aku gak mau kehilanganmu, gak apa – apa sekarang kita bersahabat dulu ke depannya gak tahu apa yang akan terjadi sama kita” kata iqbal
“ makasih ia bal, kamu sudah mau ngertiin situasi aku” jawabku
“ ia bel sama – sama” kata iqbal

Malam itu aku dan iqbal pun sangat bahagia, karena aku tidak menyangka kalau iqbal akan menyatakan perasaanya kepadaku, tapi di sisi lain aku pun bingung dengan ilham karena aku juga menyukai dia. Tapi iqbal orang nya sangat pengerti dia pun bisa menerima ini semua kami masih jadi sahabat terbaik, malem itu pun kami pulang dengan hati berbunga – bunga.

Keesokan harinya di sekolah aku menceritakan kejadian waktu malem itu ke cika, walaupun aku tahu kalau cika itu menyukai iqbal juga tapi aku bingung harus menceritakan ini semua kepada siapa lagi karena cuman cika sahabat terbaikku dan yang bisa menjaga rahasiaku.
“ cik gue mau curhat nich” kataku
“ emangnya mau curhat apa? Kayanya serius dech” tanya cika
“ ia tapi loe jangan marah yach?” jawabku
“ kenapa gue harus marah? makin panasaran saja” tanya cika
“ semalem iqbal nembak gue” jawabku
“ apa?” kata cika kaget
“ ia gue juga tahu, loe suka sama iqbal tapi gue bingung harus curhat kepada siapa lagi selain loe, cik” kataku
“ ia gak apa – apa curhat aja, sebenarnya gue sudah tahu dari dulu kalau iqbal itu menyukai loe, bel” jawab cika
“ masa sich cik, sekarang gue harus bagaimana yach cik?” tanyaku
“ bagaimana dengan perasaanmu sekarang” tanya cika balik
“ gue juga bingung cik, gue suka sama ilham tapi belakangan ini gue juga suka sama iqbal.” Jawabku
“ kalau gini jadi bingung ngasih solusinya juga, ia sudahlah sekarang loe ikutin aja apa isi hati loe, bel” kata cika
“ makasih cik atas sarannya, loe emang sahabat terbaikku” kataku
“ ia sama – sama, kita sebagai sahabat harus saling membantu” jawab cika
“ sekali lagi makasih banget, cik” kataku

Guru pun masuk, kami memulai pelajaran dengan khidmat karena sekarang pelajaran sejarah gurunya sangat galak, jadi semua murid takut semuanya pada diam mendengarkan apa yang lagi di terangkan sang guru.

Bel sekolah berbunyi waktunya pulang hari ini aku gak di jemput sama ilham katanya ada acara. Aku di minta cika untuk mengantarnya ke toko buku, kita pergi naik angkutan umum. Di perjalanan kita melihat ilham lagi jalan sama cewek, gak tahu siapa cewek itu aku baru lihat. Hati ini merasa terbakar melihat ilham pegangan tangan sangat mesra dengan cewek itu, kita pun menghampiri mereka ilham sangat kaget melihat kita ada di sana.
“ hai ilham, cewek ini siapa” sapa aku mengagetkannya
“ diii aaaaa” jawab ilham sambil terbata – bata
“ ini siapa sayang” kata cewek itu sama ilham
“ apa dia memangilmu sayang, sebenarnya dia siapa?” kataku agak berteriak
“ aku pacarnya, dan kamu siapa?” timbal cewek itu lagi
“ apa kamu pacarnya, dari kapan kalian berpacaran” kataku agak marah
“ kami baru aja jadian, kira – kira baru 1 bulanan” jawab wanita itu lagi
“ ternyata selama ini kamu ada tugas kampus, ada acara bilangnya. Ini yang kamu lakukan di belakangku selingkuh dengan cewek lain.” Kataku
“ dengarkan aku dulu bel”
“ sudahlah gak ada yang harus di jelasin lagi” kataku sambil pergi

Aku dan cika langsung meninggalkan ilham dan cewek itu, dari tadi cika tidak bicara sedikitpun, hanya cewek itu saja yang bicara. Ilham mencoba mengejarku tapi aku dan cika langsung naik taxi gak menghiraukan teriakan ilham yang memanggilku. Aku meminta maaf kepada cika karena gak jadi mengantar ke toko bukunya, keburu aku melihat ilham dan cewek itu. Selama di perjalanan pulang aku menagis cika mencoba menghiburku, supaya aku tidak berlarut – larut dalam kesedihan.

Aku tiba di rumah, aku turun dari taxi pamitan sama cika. Tadinya cika mau menemaniku dulu tapi aku menyuruhnya pulang, aku langsung masuk kamar gak pengen ketahuan habis nangis oleh mamah yang lagi asyik nonton tv. Aku menghubungi iqbal dan menceritakan yang terjadi tadi siang, iqbal pun kaget dan mencoba untuk menghiburku dan dia juga mengajak aku ke luar nanti malam untuk menghiburku, tapi aku menolaknya karena aku pengen sendiri dulu tak ingin kemana - mana.

Keesekon harinya aku sekolah seperti biasanya, iqbal dan cika selalu ada di sampingku untuk menghiburku takutnya aku melakukan sesuatu yang dapat merugikanku mereka emang teman terbaikku selalu ada di waktu aku senang dan susah. Mereka selalu bertanya terus tentang ilham tapi aku gak mau membahasnya dulu, pelajaran di mulai kami pun belajar semesti biasanya.

Pulang sekolah di luar gerbang sekolah ilham sudah ada menungguku, aku berusaha mencoba untuk menghindari ilham tapi aku ketahuan, ilham menghampiriku. Aku terus berlari tapi ilham mengejar dan menghentikanku, aku pun berhenti.
“ bel tunggu aku, dengerin dulu penjelasanku” kata ilham
“ apalagi sich yang harus di jelaskan semuanya sudah jelas” jawabku
“ kemarin yang kamu lihat itu sebenarnya......” kata ilham kemudian diam
“ sebenarnya apa?” tanyaku lagi
“ sebenarnya dia itu cuman teman kampus aku, yang menyukaiku tapi aku gak balik menyukainya cuman kemarin - kemarin aku lagi kesal sama kamu, soalnya kamu terus membicarakan dan memuji iqbal setiap kita bertemu, terus dia ngajak jalan aku mengiakannya jadi kita jalan bareng dech” ilham menjelaskan panjang lembar
“ tapi gak kini caranya, untuk membalasanya kekanakan banget” kataku simpel
“ ia jadi maafin aku, kemarin aku khilaf” jawab ilham
“ ia aku maafin, tapi hubungan kita berakhir sampai di sini saja” kataku
“ maksudnya kita putus” tanya ilham
“ ia kita putus saja, mungkin kita sudah tidak cocok” jawabku sambil meninggalkan ilham
“ bella tunggu kita gak boleh putus kita bisa bicarain ini semua dengan baik - baik” teriak ilham
“ gak ada yang harus dibicarakan lagi, sudah cukup sampai disini” teriakku lagi

Aku tak menghiraukan teriakan ilham, aku terus berjalan menjauhi ilham akhirnya hubunganku dengan ilham berakhir walaupun hati ini sakit, tapi kalau di biarin berlanjut takut saling menyakiti terus. Makanya ini adalah keputusan yang terbaik untuk mengakhiri hubungan ini. Setibanya di rumah aku langsung menelpon iqbal dan cika menceritakan kalau aku dan ilham sudah putus, mereka kaget mendengar keputusanku.

Satu bulan sudah berlalu, awalnya ilham terus saja mengajak balikan lagi tapi aku terus menolaknya karena sudah terlajur sakit hati. Tapi akhirnya ilham mengalah kita jadi sahabat saja. Selama itu juga iqbal selalu menghiburku dan mengatakan perasaannya terus, tapi aku belum bisa menerimanya walaupun sudah tidak ada penghalangnya tapi aku pengen menyembuhkan luka di hati ini.

Akhir pekan pun tiba, iqbal mengajakku main ke suatu tempat yang belum pernah kami kunjungi. Sore itu pun aku pergi sama iqbal naik motor, selama perjalanan kami diam hanya menikmati suasana perjalanan yang segar setibanya disana kami pun turun dari motor.
“akhirnya kita tiba juga disini” kata iqbal
“ ia emang tempatnya menyenangkan banget” jawabku
“ ia disini aku pengen ngomong sesuatu” kata iqbal
“ ngomongin apa lagi?” tanyaku
“ masalah kita bel, aku gak mau nunggu terlalu lama sekarang kamu dan ilham sudah putus jadi sudah gak ada penghalang lagi untuk kita bisa bersatu” jawab iqbal
“ tapiiii” belum selesai berkata iqbal sudah memotong ucapanku
“ untuk sekarang tidak ada kata tapi, kamu itu harus segera move on jangan takut masalah kemarin akan terulang kembali, aku akan menyayangimu sepenuh hatiku tanpa ada pengkhianatan” kata iqbal
“ aku masih bingung harus bagaimana?” kataku
“ kamu jangan bingung – bingung, lupakanlah masa lalu mari kita bangun kembali semuanya dari awal.” Kata iqbal
“ oklah kalau begitu kita mulai semuanya dari awal, jadi sekarang kita syah jadi sepasang kekasih” kataku
“ nah kaya gini semangat aku senang mendegar ini semua” kata iqbal
“ iya bal, aku gak mau kehilangan kamu” kataku
“ makasih ya bel, aku akan jagain kamu semampuku” sahut iqbal sambil memelukku
“ ia bal sama – sama” kataku

Akhir pekan ini membuatku dan iqbal sangat bahagia, karena aku tidak menyangka bisa jadian sama iqbal. Diapun berjanji akan tetap menjagaku seperti dulu dan tidak akan meninggalkanku, aku terharu dia mencintaiku dengan begitu tulus. Tapi semua ketulusan cinta ini gak akan ku sia – siakan, akan ku jaga sampai akhir hayat nanti.

Keesekon harinya seperti biasanya ku ceritakan kejadian semalam pada cika, cika pun bahagia walaupun sebenarnya pasti dia sakit hati. Aku pun memberitahukan hubungan ku sama keluargaku mereka sangat menyetujuinya karena mereka sudah kenal jauh sama keluarga iqbal juga, gak ketinggalan akupun menceritakannya pada ilham walau pertamanya ilham kaget dan gak setuju dengan hubunganku ini. Tapi akhirnya dia menyadarinya bahwa dia sudah tidak ada hak lagi dan merestuinya. Akhirnya kami bisa menjalani hidup ini dengan bahagia bersama iqbal , temanku dan keluargaku.


sumber:
http://www.lokerseni.web.id/2013/07/sahabat-jadi-cinta-cerpen-persahabatan.html

Cerpen Teman Pertama Di Hidupku

TEMAN PERTAMA DI HIDUPKU
Karya Sri Ayu

Aku hanya tertududuk terdiam menundukan kepalaku, ya... seperti ini lah kehidupanku disekolah yang menurutku sangat kejam ini. Bagaimana tidak ? semua anak membenciku karna aku seorang putri yang profesi orang tuaku adalah seorang penjual susu kaleng keliling yang memaksakan diri bersekolah disekolahan elit seperti ini, jika tidak karena beasiswa yang kudapat mungkin aku sudah melawan perbuatan mereka yang menurutku sudah di luar batas peri kemanusiaan.
***

Bel istirahat berbunyi semua anak berhamburan keluar terkecuali hanya aku yang tersisa diruangan yang bagaikan neraka ini, aku terduduk menunduk seluruh wajahku tertutup oleh rambut hitam panjangku. Cukup lama aku terdiam disini hingga pada saatnya aku merasa bosan, akhirnya aku putuskan untuk melangkah pergi keluar kelas.


Dengan berjalan menunduk menyusuri trotoar kelas dan bertemu dengan para mulut kejam yang tak salah lagi sedang membicarakanku, aku tidak peduli aku tetap melanjutkan langkahku. Sampai suatu saat sesuatu mengenai kepalaku, benda itu terjatuh di bawah tepatnya dihadapan kakiku, ternyata itu hanya botol air mineral yang tak berisi, aku memungut botol itu dan memasukannya kedalam ember sampah yang berada disampingku. Saat hendak memasukkan botol itu semua anak melempariku dengan tepung dan juga telur aku hanya terdiam menunduk pasrah menerima perlakuan mereka.
Semua anak menghampiriku, salah satu dari mereka mendorong tubuhku hingga aku terjatuh ke lantai.
"bangunlah.... ayo bangun anak miskin!" ucap seorang murid pria yang mendorongku tadi

Aku hanya bisa menangis menunduk, semua anak memukuliku hingga seluruh wajahku memar.

Tak berseling lama tiba-tiba seseorang datang yang tak lain itu adalah ibu kim, guru wali kelasku.
"Hentikan semuanya!!!" teriak ibu Kim,

Sesaat semua murid yang mengelilingiku terkejut dan spontan berlari berhamburan memasuki ruangan kelasnya masing-masing.

Ibu Kim secepat mungkin mendekatiku dan membantuku berdiri, "Kau tak apa Melati ?" tanya ibu Kim lembut
"Tidak bu, aku baik-baik saja" jawabku menunduk
"Lebih baik kau obati dulu lukamu, dan ibu akan meminta seragam baru untukmu" tutur ibu Kim
"Tidak bu tidak usah, aku baik-baik saja, terima kasih" kataku
"Baiklah, kau akan diijinkan pulang sekarang, ibu yang akan bertanggung jawab"

Oh sungguh ini tak begitu buruk untukku, akhirnya aku bisa pulang lebih cepat juga mimpi aapa aku semalam sampai bisa beruntung seperti ini.

Aku mengangkat wajahku kulihat disebelah ibu Kim berdiri seorang anak pria berpakaian seragam dan tersenyum padaku, jelas saja dia bukan siswa sekolah ini aku pun baru melihatnya.
Ibu Kim berkata jika ia pun akan memasuki ruangan kelasku untuk mengenalkan murid baru, aku berjalan mengikuti ibu Kim tepatnya dibelakang murid pria baru itu

Sesampainya diruang kelas aku segera menuju tempat dudukku dan mengambil tas milikku, semua anak memandangku sinis meski aku tidak melihatnya langsung karna aku menundukan kepalaku ketika berjalan tapi aku bisa merasakannya.
***

Pagi yang begitu cerah, membuat bahagia siapapun orangnya yang melihat keindahannya, angin pagi berhembus kencang menerpa tubuhku. Langkah demi langkah aku tapaki hingga sampailah kedepan gerbang sekolahku.

Aku memasuki ruang kelasku, terlihat disana beberapa orang anak memandangku dengan sinis bahkan ketika aku melewati mereka, mereka menghalang jalanku dan mendorong tubuhku hingga terjatuh. hanya tawa kesenangan yang mereka dapatkan.
Tiba-tiba seseorang mengulurkan tangannya padaku, aku secepat mungkin memastikan orang itu, ternyata itu adalah murid baru yang kemarin aku bertemu dengannya.
"ayolah... bangun.." ucap pria itu yang akupun tak mengenalnya

Sontak semua anak merasa heran dan bingung,
"Fandy! apa yang sedang kau lakukan?" tanya seorang murid laki-laki padanya
tapi dia tak menghiraukannya

Aku tak menerima uluran tangan miliknya, aku berfikir dia pun pasti sama seperti anak-anak lain, akhirnya aku pergi berlari keluar kelas.

Aku menangis dibawah pohon ditaman, aku tak peduli bel pelajaran sekolah dimulai. Hatiku hancur kenapa juga aku harus dilahirkan oleh sepasang keluarga penjual susu kaleng keliling? kenapa aku tidak seperti mereka? tuhan tak adil!.

Sampai sekolah sepi ditinggalkan oleh penghuninya, aku masih tetap berada dibawah pohon itu terduduk dengan kaki menegak menompang tangan dan daguku pandanganku sayu kedepan.

Tiba-tiba seseorang memegang pundakku, aku menoleh
"kau..." ucapku
"yah ini aku, apa aku boleh duduk disampingmu ?" tanya pria itu
"Untuk apa kau kemari ? apa kau pun ingin melihat seberapa menyedihkannya aku ?" Tanyaku dingin
"Tidak! aku kemari ingin berkenalan denganmu...." jawab pria itu
"Lebih baik kau pergi saja, bukankah teman-teman kayamu juga sudah pergi meninggalkan sekolah ini?" tanyaku lagi kecut
"Biarlah, tapi aku ingin bersamamu...." jawab nya

aku memandangnya muak secepat mungkin aku pergi meninggalkannya tapi ia mengejarku.
"Aku ingin menjadi temanmu, tak bisa kah kau terima aku menjadi temanmu?" tanya pria itu mengikuti dibelakangku
aku tak memperdulikannya, aku berlari berusaha menghindar darinya tapi ia tetap mengejarku.

Keesokan harinya anak pria murid baru itu tetap mengikutiku kemanapun aku pergi, dan anehnya pagi itu tak ada ejekan yang terlontar dari mulut semua murid disini tidak seperti biasanya, "Aku yang mengencam mereka untuk tidak memperlakukanmu dengan buruk!" tuturnya padaku ketika aku sedangterduduk sendiri dibangku ruang kelas "Apa maksudmu?" tanyaku tak mengerti dengan perkataanya
"Aku ingin menjadi temanmu... apa kau benar-benar membenciku ? aku hanya ingin menjadi temanmu tak lebih!"
"kenapa harus aku?" tanyaku "Dan asal kau tau aku tidak butuh siapapun disekolah ini termasuk seorang teman!" lanjutku tegas
"Tapi kenapa?" tanyanya
"Apa kau tak mengerti atau memang pura-pura tidak mengerti?" semua orang orang disini tak ada yang baik satu pun! apa itu yang selalu dilakukan oleh orang-orang kaya terhadap orang miskin sepertiku?" tanyaku dengan kedua bolamataku menatapnya
"Tidak semua orang seperti itu...." jawabnya
"Tidak?" tanyaku " Apa ada didunia ini orang yang memihak kepada orang miskin sepertiku ?"lanjutku menangis
"Ada!" jawabnya "Akulah orangnya, aku berada dipihakmu. Tak peduli siapa kamu dan siapa aku ... Yang jelas aku ingin berteman denganmu" Lanjutnya

Aku sejenak terdiam memandang matanya dalam.
"apa kau tidak malu jika berteman denganku?" Tanyaku masih memandang matanya
"Malu? apa maksudmu?" tak peduli siapa kamu dan siapa aku bagiku itu tak penting bukankah berteman dengan siapapun bisa tanpa harus memandang derajat orang tersebut?" jelasnya

Aku tersenyu padanya, ia pun membalas senyumanku dengan manis. Tamat


sumber ;
http://www.lokerseni.web.id/2013/07/teman-pertama-di-hidupku-cerpen.html

Rabu, 23 Maret 2016

Pengertian Lingkungan Hidup

PENGERTIAN LINGKUNGAN

Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.

Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.

LINGKUNGAN HIDUP

Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.
Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
Unsur Hayati (Biotik)
Unsur Sosial Budaya
Unsur Fisik (Abiotik)KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

A. Letusan gunung berapi

Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa:
Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.
Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.
Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.
Gas yang mengandung racun.
Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.

B. Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.
Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:
Berbagai bangunan roboh.
Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.
Tanah longsor akibat guncangan.
Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.
Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).

C. Angin topan

Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.
Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.

Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:
Merobohkan bangunan.
Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.
Membahayakan penerbangan.
Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia

Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini.
Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.

Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
Perburuan liar.
Merusak hutan bakau.
Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
Pembuangan sampah di sembarang tempat.
Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.


sumber:
http://wahyu3125.blogspot.nl/

Pengertian Narkoba dan Dampaknya

Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis Narkotika adalah :

1 Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.

2 Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.

3 Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

4 Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb.

5 Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti:

6 Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.

Jenis Narkoba menurut efeknya

Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:

1. Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.

2. Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.

3. Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.

Penyalahgunaan Narkoba

Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penefitian. Tetapi karena berbagai alasan – mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. – maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan.

Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:

1. coba-coba

2. senang-senang

3. menggunakan pada saat atau keadaan tertentu

4. penyalahgunaan

5. ketergantungan


Dampak penyalahgunaan Narkoba

Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

Dampak Psikis:

1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah

2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga

3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal

4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan

5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial:

1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan

2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga

3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

Bahaya bagi Remaja

Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.

Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba.

Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.


sumber:
http://www.pelanginetponsel.com/2013/06/artikel-bahasa-indonesia-tentang-narkoba.html